Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, February 22, 2008

TAKSA

Aku terjaga oleh pagi

Merona tersinari

Detik detik gerimis menghujam hati

Bagai tusukan tusukan lidi

Aku menyeringai, bukan tersenyum

Menghela napas dengan penuh dentum

Aku tidak menyesal tapi hanya bergumam

Menghapus sedih dalam pelukan malam

Aku bisa tertawa menghibur diri

Menutup sedih dengan bahagia dan menari

Lantunan music mengusik rasa iri

1001 malam ingin bercinta sendiri

Aku abadikan tetesan tetesan peluh

Jika sudah saatnya akan aku rengkuh

Aku sadar, lamunan bukan nyata

Tetapi rasa adalah nyata

Badanku lemas di sudut ranjang

Melihat tubuh mengejang

Kunikmati sebuah perjuangan panjang

Berharap asa segera datang

<malang, dalam pergulatan batin>

Friday, December 28, 2007

BUKAN KARENA AKU

BUKAN KARENA AKU


Aku ada sebelum kamu dijadikan

Dan aku berkuasa atasmu

Namun kamu tidak pantas diberi kuasa

Kamu serakah, meskipun diberi kuasa

Karena yang ada hanya kepentingan

Otakmu kotor

Penuh dengan kepalsuan, iri dan dengki

Itu sebabnya kamu kotor

Aku selalu dijadikan kambing hitam

Padahal kamu tahu bagaimana aku hidup

Sifatku, kamu tahu sejak usia lima tahun

Biarlah aku yang menanggung segala hujatan

Namun kamu harus mau menjadi korban

Aku tidak menginginkan kamu mati namun,

Kamu sendiri yang mendatangi kematia

Aku ingin bersahabat denganmu…

Emm… seandainya aku bisa ngomong

Aku akan berteriak dan menagis setiap hari

Akan kudengungkan kepada setiap telinga yang mendengar

Akan kucongkel semua mata yang melihat

Akan tetapi, aku hanya bisa kamu lihat

Ketika semuanya sudah hancur

Dan kamu menjadi korban

Aku menagis

Saat kamu menangis

Aku bahagia

Saat kamu gembira

Matamu biar melihat bagaimana aku berbicara

Dan telingamu tidak akan bisa mendengar saat aku datang

Semauku, siang, malam, saat kamu terlelap maupun terjaga

Sifatku tidak bisa aku ubah kecuali dari atas

Aku mohon, pahami aku sampai kamu benar-benar mengenalku

Maka semuanya akan menjadi indah…

28/12.2007 <dalam refleksi dengan air>

Thursday, December 27, 2007

SEPERTI ANAK KECIL

SEPERTI ANAK KECIL


Malam Natal kemarin berselimut air


Andaikan saja kenikmatan dibalik selimut itu ada


Aku pasti ada di bawahnya,


Namun suara tawa gadis kecil itu menyemangatiku


Aku bangkit berlari menembus hujan


Suara lonceng segera berdentang


Pukul 00.00 aku pecah sunyi


Gadis kecil melangkah sambil tertawa


Mendekati altar yang berwarna putih


Aku terpaku memandangnya,


saat sang pastor menampar pipinya


Gadis kecil itu tersenyum


Ia tertawa dan tersenyum kembali


Memberikan pipinya yang sebelah


"Oh, Tuhan Engkau sungguh hadir di malam Natal ini"


27/12/2007 <dalam refleksi betapa besarnya cinta Tuhan>



Friday, December 21, 2007

Lonceng

Dentang lonceng kudengar sepuluh meter dari sumber suara

Lirik lagu "get merried" luluh dengan suara dentang

Aku sejenak berhenti bermain kata

Menggaruk rambut kepala

Aduh! Ada dosa di otakku

Saat hati berperang melawannya

Suara dering hp berbunyi

Mengakhiri detang

Aku termangu

Sejenak sunyi dalam tobat

Bondowoso, 21/12/07

Saat senja di pastoran

Saturday, November 3, 2007

Nyanyian Katak

Gerimis,
nyanyian katak mulai berkasi
ketika titik-titik air hujan mulai jatuh
mungkin ia mengaduh,
sampai suaranya menggaung
lalu ada cahaya menghampirinya
ia terjepit dalam keranjang
dan ia mati dalam himpitan
bersama temannya

03/11/07